Napak Tilas Kerajaan Mataram Islam di Kotagede

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang. Jauh sebelum berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat terdapat sebuah kerajaan besar yang “menguasai” Pulau Jawa yang saat ini daerah kekuasaanya melingkupi Provinsi Jawa Tengah, D.I Yogyakarta dan Jawa Timur, nama kerajaan tersebut adalah Kesultanan Mataram Islam. Sebuah kerajaan yang beribu kota di Kotagede yang sekarang menjadi sebuah kecamatan dari Kota Yogyakarta. Bnyak lokasi wisata yang bisa anda kunjungi salah satunya adalah dengan menggunakan jasa wisata Jogja dengan paket tour Jogja yang disediakan.

Kotagede merupakan kawasan situs sejarah yang tidak ternilai harganya. Di kawasan ini terdapat berbagai peninggalan dari Kesultanan Mataram Islam yang masih bisa disaksikan dan dipelajari hingga saat ini. Walau banyak bangunan yang telah hancur dan tidak tersisa lagi dikarenakan bencana alam dan juga karena aspek politik yaitu pemindahan ibu kota, sisa-sisa bangunan dari abad ke 16 ini sebagian masih dalam kondisi utuh dan sebagian lagi berhasil direkonstruksi sehingga kelestarian dari bangunan sejarah ini masih terus terjaga hingga saat ini dan hingga beberapa tahun kedepan.

Bagi penyuka wisata sejarah dan wisata ziarah, tempat ini wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta karena selain bisa menyaksikan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Mataram Islam yang masih berdiri kokoh, wisatawan bisa juga berziarah di makam raja yang ada di komplek Kotagede ini. Di sini tempatnya raja Mataram Islam pertama di makamkan yaitu Panembahan Senopati dan beserta keluarganya. Panembahan Senapati wafat pada tahun 1601 dan berhasil meletakkan pondasi yang kokoh bagi para penerusnya kelak.

Terletak 100 meter dari pasar Kotagede komplek makan pendiri kerajaan ini dikelilingi oleh tembok yang besar dan kokoh yang disusun oleh batu bata merah. Keunikan dari kawasan ini langsung terasa begitu memasuki pintu garura yang masih bercirikan arsitektur budaya Hindu bernama Gapura paduraksa dengan kusen berukir di lokasinya berada di sebelah selatan Masjid Besar Mataram yang menuju ke dalam kompleks Makam Raja-Raja Mataram. Pada puncak gapura ini terdapat ukiran kepala Kala bercuping ganda terbuat dari batu kapur, namun ekspresi raut muka Kala ini tidak begitu garang.

Di dalam kawasan tersebut wisatawan bisa menyusuri jalan menuju ke makam sang raja beserta keluarganya. Saat berjalan menuju ke makan pengunjung bisa menikmati suasana dari komplek makam yang asri dan tenang serta menyaksikan para abdi dalem yang sedang sibuk melakukan kegiatannya masing-masing.