Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Kota Makkah selain dari pada Masjidil Haram Banyak tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah yang menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan zaman awal-awal perkembangan agama Islam hingga abad modern. Salah satunya adalah museum Haramain yang satu area dengan gedung pembuatan kiswah Ka’bah. Museum haramain yang di berada di daerah Ummul Joud jalan yang menuju ke Hudaibiyah atau Jalan jeddah gadim/jalan jeddah lama. Untuk berziarah ke museum Haramain di tempuh dengan waktu selama dua puluh menit dari masjidil Haram.

Museum Haramain di bangun oleh raja Malik Fahad bin Abdul Aziz Al- Saud Museum Haramain di sebut juga The Exhibition of Two Holy Mosques Architecture (Museum Arsitektur Dua Masjid Suci) karena Haramain sendiri artinya Dua Tanah Suci yaitu Kota Makkah dan Madinah.

Museum Haramain, gedung ini menjadi bangunan kebanggaan warga Arab Saudi. Terletak di tengah-tengah ibu kota Negara Petrodolar itu, museum ini merupakan miniatur kecil sejarah budaya dan peradaban Islam yang menampilkan karya-karya seni bernilai estetika tinggi, mengesankan, serta bermuatan sejarah.

Seperti barang antik, kerajinan tua, dan dokumentasi aktivitas sejarah, arkeologi, budaya ilmiah, serta kegiatan ekonomi dan komersial di dalam nya. Wajar bila museum ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagai jamah haji atau umrah.

Jika melihat tampilan nya, Museum Nasional Riyadh yang terletak di Pusat Sejarah Raja Abdul Aziz ini, memiliki desain arsitektur kontemporer yang mengombinasi kan arsitektur tradisional khas Timur Tengah (Timteng) yang sangat memikat. Ikuti Program Umroh Murah Januari 2017.

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Arsitektur tradisional tersebut terlihat di bagian fasad nya yang menggunakan gaya Persia setengah lingkaran (Persian arch). Ciri khas lengkungan Persia ini adalah antara lengkungan satu dan lengkungan lain saling menyambung.

Persian arch di museum ini, memiliki tiga lengkungan dengan empat pilar sebagai penyangga tiga lengkungan. Lengkungan-lengkungan pada bagian atas nya di beri warna hitam dan putih sementara empat pilar nya di berikan tanpa warna, karena  warna dasar dari bahan baku pilar ini adalah marmer, sehingga tidak di perlukan corak warna yang berlebihan.

Pola serupa bisa kita jumpai pada masjid bersejarah Spanyol, Masjid Cordoba. Selain menampil kan kesan elok, gaya khas Persia ini, juga konon untuk memperkuat struktur bangunan. Sentuhan khas Timur tengah memang begitu kental di bagian eksterior nya. Selain Persian arch, unsur lain yang menampa kan tradisionalitas adalah ukiran-ukiran abstrak yang terpajang di sepanjang dinding.

Pilar-pilar yang berderet di bagian samping kiri dan kanan dengan formasi mengapit pengujung menuju museum turut memperkuat kesan dan nuansa tradisional itu.

Sedang kan desain kontemporer atau moderen terlihat pada bentuk bangunan nya yang persegi. Bentuk ini di bagi menjadi dua bagian yang memanjang ke kiri dan ke kanan. Berbahan dasar batu pualam dan marmer, warna yang terdapat pada bangunan ini, terpancar yang menunjukan kesan yang sangat mewah namun tetap natural, tanpa memoles lagi memakai aneka warna buatan.

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Museum Nasional yang berdiri sejak 1946 ini menempati lahan seluas 17 ribu meter persegi dari bagian timur Pusat Sejarah Raja Abdul Aziz. Terdapat tujuh ruangan utama di museum ini. Di museum ini di pamerkan barang -barang  yang berkaitan dengan perkembangan dan pembangunan masjidil Haram dan masjid Nabawi. Barang-barang yang di pamerkan antara lain:  Pintu Ka’bah yang terbuat dari emas murni dengan berat 280 kg. Talang emas/pancoran emas yang terbuat dari emas 24 karat.Ada juga kunci pintu Ka’bah.Selain dari kiswah Ka’bah juga di pamerkan bingkai hajar aswad yang terbuat dari emas. Dan kerangkeng makam Ibrahim yang terbuat dari campuran tembaga dan besi kuning.Kemudian Mimbar  yang di buat pada masa abad pertengahan. Gayung sumur zam-zam dan tali gayung nya. Kayu penyangga atap Ka’bah yang sudah berumur ribuan tahun masih saja di pamerkan. Dan mushaf Al-Qur’an tulisan tangan di zaman khalifah Ustman bin Affan masih tersimpan rapi dalam kotak kaca. Benda yang paling baru di pamer kan adalah Maket bangunan masjidil Haram yang sekarang sedang di bangun atau lebih di kenali dengan bangunan Abdullah (di nisbat kan dengan nama raja Malik Abdullah bin Abdul Aziz ) yang berperan dalam pelebaran masjidil Haram yang sekarang. Dan masih banyak lagi benda-benda yang berkaitan dengan masjidil Haram.

Selain dengan benda-benda yang berkaitan dengan masjidil Haram, juga di pamerkan benda-benda yang berkaitan dengan masjid Nabawi, seperti pintu masjid Nabawi  dan maket pembangunan masjid Nabawi.
Yang berkaitan dengan masjid Nabawi tidak begitu banyak jika di bandingkan dengan benda-benda yang berkaitan dengan masjidil Haram.

Di dalam museum di perboleh kan untuk mengambil poto ataupun berpoto-poto ria dalam museum.Dan waktu yang di sediakan juga bagi para pengunjung hanya 25 menit saja.Anda juga di perbolehkan menyentuh benda-benda yang berada di luar kotak kaca.

Ziarah ke museum Haramain adalah satu paket dengan ziarah ke peternakan unta dan masjid Hudaibiyah yang di sedia kan oleh pihak travel haji ataupun travel umroh. Jika travel anda tidak menyediakan paket ziarah tersebut maka anda bisa meyewa taxi sendiri dengan tarif 70 real tentu nya dengan tawar menawar terlebih dahulu dan minta anda di tungggu selama anda berkunjung di museum.

Selain itu, museum ini bertujuan memperkuat pesan pendidikan melalui pengumpulan, pendaftaran, restorasi, dan pelestarian barang yang antik. Juga, menyelenggara kan pameran pendidikan barang antik dari Semenanjung Arab dan warisan tradisional selama era yang berbeda. Kini sejak berdiri nya, Museum Haramain telah memfasilitasi pemahaman informasi yang berkaitan dengan peninggalan, dokumen, naskah, dan papan pameran.

Museum juga memberikan presentasi multimedia seperti dokumenter dan program simulasi yang dapat di gunakan sebagai penyaji informasi tentang beberapa peristiwa bersejarah dengan cara yang menarik. Museum di bedakan untuk pameran komprehensif yang menyajikan topik secara berturut-turut mulai dari penciptaan alam semesta sampai zaman modern dengan ide utama tentang Semenanjung Arab.

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Mengenal Sejarah Museum haramain (Mekkah)

Ini terdiri dari delapan ruang utama yang masing-masing memberikan presentasi objektif independen. Ruang ini disusun dalam suksesi historis, dengan memiliki desain arsitektur masing-masing. Selain itu, Museum terdiri dari dua ruang untuk pameran jangka pendek, di tambah kantor manajemen, gudang, dan fasilitas umum yang tersedia untuk pengunjung dan karyawan.

Museum ini buka selama dua sesi dalam sehari. Sesi pertama dibuka mulai pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore waktu setempat. Sedangkan sesi kedua kembali buka pada 16.00 sampai 10.00 malam.

Tidak ada larangan bagi Anda yang ingin memanfaatkan momen kunjungan berfoto. Di bolehkan pula menyentuh barang di luar kaca.

Beberapa koleksi tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi yang mengunjunginya. Tidak hanya itu, makna dari ziarah ini adalah meningkatkan ketaqwaan seorang hamba kepada penciptanya. Banyak sekali jemaah haji dan umroh yang menyempatkan waktu nya ntuk berkunjung ke sini.